Assalamu'alaikum Wr. Wb...
Ketika pak Abbas Effendi, Msi memberikan tugas ini sebagai tugas akhir pertengahan semester ini, rasanya sangat ingin sekali berdiskusi langsung dengan orang-orang sukses menurut kacamata manusia,
Seperti apakah orang sukses dimata manusia ?.
Apakah sukses itu diukur dengan berapa besar bangunan yang dapat dibangun oleh seseorang?,
Apakah sukses itu diukur dengan seberapa banyak kendaraan yang ada digarasi rumahnya? Atau apakah kesuksesan dimata manusia adalah seberapa tinggi kekuasaan yang dimilikinya?.
Tapi, sanyangnya ini hanya menjadi keinginan belaka karena saya tak bisa bertemu dengan orang sukses seperti dalam criteria kacamata manusia itu. Dan akhirnya saya tetap dapat berbicara dengan orang sukses-sukses tersebut lewat sebuah buku, lewat media elektronik dan media massa lainnya.
Setelah menyimak beberapa kisah yang memperlihatkan kisah orang sukses, saya menyimpulkan bahwa orang sukses itu bukanlah orang yang berkeriteria seperti diatas, ya walaupun berkeriteria seperti diatas tapi mereka menganggap harta dan kekuasaan yang dimilikinya hanyalah sebagai efek dari kesuksesan mereka, bukankah ketika mereka memaparkan arti kesuksesan mereka tidak pernah menceritakan apa yang telah mereka dapatkan tapi, apa yang mereka lakukan dahulu, mereka dengan bangga bercerita tentang kesengsaraan mereka, tentang kesusahan mereka, tentang rintangan dan halangan yang harus mereka hadapi untuk menjadi orang sukses. Disini kita mengambil sebuah pelajaran bahwa sesungguhnya kenikmatan akhir itu didapat dari seperapa basar kesulitan yang kita berhasil hadapi dan lagi-lagi proses itulah hal yang terpenting dan akan menjadi kenangan seumur hidup kita dan bahkan akan menginspirasi banyak orang.
Karena saya sangat dan sangat ingin sukses namun saya tidak bisa berdiskusi langsung dengan mereka maka, saya selalu ingin tahu apa yang mereka lakukan dimassa yang lalu? , saya membaca buku-buku tentang biografi dan autobiografi ataupu menonton acara yang menayangkan banyak inspirasi yang dapat kita ambil pelajarannya dan yang akan mebuat kita hanyut, ikut bersama, dan melebur bersama barisan mereka, tidak hanya itu saya juga mengikuti BEMU (Badan Eksekutif Mahasiswa), saya ingin mengetahui dan melihat mahasiswa-mahasiswa yang berkomitmen dalam berorganisasi dan melakukan perubahan. Disana saya mendapatkan dan menemukan sesuatu yang sangat menakjubkan yang tak dapat saya katakana dengan kata-kata, betapa tidak, mahsiswa-mahasiswa yang sangat menginspirasi saya khususnya, mereka sangat taat beragama namun mereka tetap mengejar dunia, inilah sesungguhnya hakikat manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi, ya walaupun waktu itu malaikat bertanya kepada Allah kenapa Allah menciptan manusia ? bukankah ia akan merusak saja?, namun Allah SWT tahu yang tidak diketahui hamba-hambahnya. Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Pada tahun 2012 saya mengikuti salah satu UKM yang ada di Universitas Sriwijaya yaitu UKM U-Read ( Unit Kegiatan Manusia Unsri Riset dan Edukasi). Ketika saya mendengar OR (Open Recuitment)-nya, saya tertarik mengikutinya karena kenapa ? saya berharap dapat memperoleh manfaat dari organisasi ini ya walaupun saya tahu saya bukan fakultas sains, yang memang notabennya UKM ini diperuntukkan untuk mahasiswa sains namun, ini tidak masalah saya masuk dalam departemen HRD (Human Resorce Development). Bertapa terkejutnya saya, ketika saya mengikuti sebuah organisasi maka saya berfikir “Apa yang bisa saya dapatkan atau apakah manfaatnya bagi saya apabila saya mengikuti organisasi ini?” selalu dan selalu ini yang ada dibenak saya ketika saya mengikuti organisasi, sehingga apabila saya merasa tidak ada manfaat, saya selalu 'muntah ber' ya istilah dalam sebuah organisasi yang menjadi menyakit dari kebanyakan mahasiswa, singkatadari mundur tanpa berita. hehe..
Betapan terkejutnya saya setelah beberapa kali pembinaan dengan pambina kami dan pengurus kami yang saat ini direktur utamanya diamanahkan oleh kak Dwi Wahyuno, mahasiswa Fakultas Pertanian jurusan agribisnis angkatan 2009, saya mendengar, menyaksikan, dan melihat mereka tak pernah berfikir seperti saya bahkan yang paling menyentuh hati saya saat mereka berkata “Apa yan bisa kita kontribusikan untuk Unsri ini?", yang sesungguhnya ia adalah raksasa yang sedang tertidur!” sosok manusia yang saya anggap adalah orang-orang sukses, betapa tidak disana adalah kumpulan mahasiswa generasi cendikia yang mengedepankan tidak hanya kecerdasan intelektuan (IQ), kecerdasan emotional (EQ) tetapi juga mengedepankan kecerdasan spiritual (ESQ) dan bahkan jargon kebanggaan kami “ Eksis dan berprestasi” juga “ cerdas IQ, EQ, dan ESQ” jreng…….., jeng,jeng….
Di UKM ini jelas terbukti mahasiswa yang berprestasi contonya saja mbak Adhis yang terpilih mewakili FKIP fisika sebagai pertukaran mahasiswa ke Belanda, kak Dwi Wahyuno yang diikut sertakan sebagai peneliti muda untuk ikut berkontribusi dalam penelitian bibit kopi unggulan, dan entah siapa namanya kakak anggota kami terpilih menjadi duta kelautan Indonesia, dan masih banyak lagi tak tak bisa saya sebutkan namun, sosok-sosok mereka tetap pengispirasi saya.
Rasa penasaran saya juga tidak berhenti sampai pada sebuah organisasi eksekusi dan ilmiah saja, saya berlanjut pada organisasi yang bergelut dalam dunia dakwa yang menyiarkan agama kita, bermula dari teman dekat saya bernama Sari Pratama Putri yang dari awal sudah berkecimpung dalam LDF dan LDK ia berkata “Ayo Risma bergabung bersama kami, rasakanlah berkumpul dengan orang-orang seperti mereka, bukankan sangat menyejukkan saat berada diantara mereka?” karena niat yang buruk dan tidak tulus dalam hati, saya mengikuti saran teman saya ini tetapi, dipertengahan jalan saya menangis, saya menyesal kenapa yang ingin saya cari tahu yang pertama bukanlah LDK atau LDF padahal kita tahu sesungguhnya jika kita dekat dengan Allah maka dekatlah kita semua dengan dunia ini. Berjalannya waktu saya merubah niat saya, meluruskan niat saya “ saya melalukannya karena ALLAH SWT”.
Di Bo. Ukhuwah ini saya merasakan sebuah jalinan ukhuwah yang tak dapat saya ceritakan lewat sebuah kalimat, begitu indahnya karena jalinan ukhuwah kami bukanlah jalinan yang dipersatukan oleh manusia, ya walaupun manusia tetap berperan tetapi, ALLAH pun langsung yang mempersatukan hati kami. Tidak hanya itu, mahasiswa kebanyak mendokrin kami yang hanya berdakwa saja. Kami mempunyai department ilmy dan didepartemen inilah yang mengorganisir kami untuk kajian ekonomi islam, tidak hanya itu departemen ini juga yang memenage anggota ukhuwah untuk dapat berdiskusi dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi di Indonesia, bulan lalu saya dkk berdiskusi dengan mahasiswa yang langsung didatangkan dari ITB, dan bahkan kami terjun dalan dunia nyata, kami mengadakan kuliah umum yang diadakan oleh BI, betapa beruntunnya kami karena untuk dapat kuliah disana, kami harus menunggu banyak organisasi lain yang juga ingin seperti kami. Ya FOSSEI (Forum Silaturahmi dan Study Ekonomi Islam) di sini saya dileburkan bersama kader-kader menyongsong ekonom yang berkelut dalam ekonomi syariah dan semoga saja saya ikut melebur bersama mereka. Aaminn.
Sepenggal cerita dari pengalaman saya dan mahasiswa yang saya anggap telah sukses sebagai mahasiswa dan aktivis kampus yang sangat menginspirasi dan menggugah hati saya untuk terus bersemangat, menikmati status saya sebagai mahasiswa, dan tentunya anak dari kedua orang tua saya dan telah menunggu saya untuk segera menjadi sarjana muda yang berilmu juga beriman. I love u mom, dad, and bro ^ ^
Disini saya ingin menyampaikan berjuta-juta bahkan takterhingga ucapakan terima kasih dan hanya dua kata ini yang bisa yang berikan untuk sosok ayah dan ibu yang selalu mendukung dan mengayomi kami dirumah dan sosok-sosok mahasiswa seperjuangan ataupun diatas saya, terima kasih telah membukakan hati ini dan membangunkan raksasa didalam diri ini. Semoga Ridho dan Rahmat ALLAH SWT selalu bersama kita hingga kita menjadi manusia-manusia yang selalu istiqomah pada agama ini sampai akhirnya nanti yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan akhirat diiringi kesuksesan dunia. Aaminn..
Kembali pada cerita-cerita orang sukses diluar sana yang tidak dapat saya temui namun saya berharap suatu saat nanti saya dapat duduk, berdiri, berkumpul dalam ruangan dan waktu yang sama bersama mereka. Aaminn
Saya akan sedikit membagi apa yang telah saya baca dari novel yang mengisahkan sosok Dahlan Ishan seorang menteri BUMN RI, ketika melihat sosoknya saat ini kita hanya berkumam bahwa betapa enaknya jadi seorang menteri, mempunyai banyak uang dan harta namun, setelah kita membaca kisahnya sebelum ia mendapatkan kejayaan, saya fikir saya tak akan mampu menjalani kehidupan yang harus ia jalani dimasa kecilnya karena kenapa? Seorang dahlan Ishak harus berjalan lebih dari 5 kilometer untuk sampai disekolah dan ia lakukan sampai 12 tahun lamanya itupun tak memakai sepatu, bisa kita bayangkan betapa perihnya kaki menapak di bebatuan yang panas dan bahkan betapa perihnya saat ia harus menahan lapar karena tak punya uang untuk membeli makanan tersebut, apa yang ia lakukan? ia mengikat perutnya dengan sarung, tetapi jika saya menjadi pak Dahlan mungkin saya langsung membaringkan tubuh saya dan tertidur namun, lagi-lagi apa yang dilakukan oleh pak Dahlah ? setiap hari, setiap pagi, setiap sore hari, setiap sebelum dan pulang sekolah pak dahlan harus mencari rumput untuk makan kambing-kambingnya guna membiayai kuliah kedua saudara perempuannya, adik dan ia sendiri.
Dari kisah anak singkok khoirul tanjung, tak kalah sengsaranya ia harus membiayai kuliahnya dari hasil penjualan kebutuhan alat-alat kedokteran gigi mahasiswa lainnya, dari punding-punding rupiah inilah ia kumpulkan dan ia selalu menyambar peluang bisnis guna membiayai hidup dan kuliahnya.
Atau dari kisah Merry Mariana yang sekarang mempunyai bisnis besar sekaligus motivator, ketika itu saya menonton acara inspirasi ditelevisi yang kebetulan membedah bukunya yang berjudul “Mimpi Sejuta Dolar” dan teman sekelas saya juga ada yang memiliki bukunya yaitu Amar. Dikisahkan oh tidah kisah nyata, ia adalah anak bangsa yang masih keturunan chines pada tahun 1997/1998 ketika terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh PKI yang pada saat itu lebih meneror kaun chines dan keturunannya. Keluarga Merry mendapatkan ancaman dan setiap kali keluar rumah ia tidak pernah dengan hati tenang dan selalu merasa ketakutan karena mungkin saja setiap detik akan terjadi sesuatu yang buruk yang akan menimpanya, hingga akhirnya ia dan keluarganya memutuskan untuk pergi dari Indonesia dan menetap di Singapura. Saat itu, di masa kuliahnya ia tidak mempunyai banyak uang dan uang yang dimiliki oleh keluarganya hanya cukup untuk biaya pendidikan dan sedikit biaya hidup, setiap jam istirahat atau perpindahan jam kuliah ia selalu pergi kekamar mandi, bukan untuk berdandan atau dengan tujuan lain melainkan untuk makan sepotong roti guna menahan laparnya hingga akhir kuliah nanti. Pertanyaannya “mengapa ia melakukan itu, kenapa tidak makan dikelas atau makan bersama teman-temanya dikantin, bukankah roti lebih bergengsi dari makanan yang hanya dengan sepotong ikan asin?” jawaban yang benar-benar tak terduga ia hanya ingin tak seorangpun tahu penderitaan yang harus dihadapi oleh dirinya dan keluarganya”.
Dari kisah seorang mahaiswa IPB yang bernama Danang yang sangat percaya pada sugesti mimpi dan imajinasi yang mengantarkannya pada puncak kesuksesannya. Ia menuliskan 100 impiannya pada dua lembar kertas yang ditempelkan pada dinding kamarnya. Apa yang terjadi? Ia berhasil mencapai 100 target dalam hidupnya itu dan bahkan kini hendak menuju target ke-147 yaitu mengibarkan sang merah putih pada puncak gunung tertinggi di jepang yaitu gunung Fuji.
Ia berkata “Tuliskanlah mimpi-mimpi anda secara nyata!!!”, “ Jangan anda tulis dalam ingatan saja…”, “Karena pasti anda akan LUPA…”, “ Tulislah secara nyata!”, “Tulislah target anda di atas kertas…!!!”, “Hingga suatu hari nanti…”, “… yang anda lihat dari 100 target itu hanyalah coretan…”, “…coretan karena Anda telah mencapainya…”.
Meskipun tak sedik juga yang mentertawakan dan mencemoohnya, ia tetap menyimpan kertas 100 target itu, … hingga kemudia ia menyadari bahwa mimpi yang ia tuliskan dulu satu persatu kini telah terwujud menjadi rangkaian jejak-jejak luar biasa dalam hidupnya!!, itulah awalmulah jejak-jejakku.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?”
(Q,S. 55:55)
Pernah ia menulis mengikuti PIMNAS, setahu kemudia ia menjadi peserta PIMNAS, ketika ia menuliskan impian untuk bisa menyelami birunya laut, setahu kemudia ia berhasil mewujudkannya. Dan ia berkata “and that’s why I love the sea so much!!!”, ketika dulu ia bermimpi menjadi Kafilah MTQ IPB, dua tahun kemudia ia mengikuti Kafilah IPB, bertemu sosok-sosok luar biasa dan berhasil menjadi yang terbaik disana. Rencana kita indah, namun lebih indah rencana Allah untuk kita….
Ketika kuimpikan bisa menjadi terbaik dikelas, ia pun menjadi terbaik di IPB hingga terbaik pada Nasional, banyak yang berkata padanya “ pasti IPK anda 4,00, nilai-nilai ujian selalu sempurna atau saya anak orang kaya, yang semua terpenuhi maka dengan tegas ia menjawab “TIDAK!!!...”, saya mungkin tak lebih baik dari anda, IPK saya pernah 2,7, ujian saya pernah seringkali bernilai C, bahkan mengulang ujianpun pernah, “KAYA???” ia menjawab “ Saya pernah bekerja sampingan sebagai pengajar dan tukang sapu…”. Dan saya tak pernah malu dengan itu semua, karena itulah jejak yang akan menjadi pembeda antara diri saya dan orang lain!. Bahkan ia berhasil melanjutkan sekolahnya keluar negeri. Ia selalu berkata “silahkan tertawa, toh semuanya dulupun hanyalah mimpi di atas kertas.. yang kini menjadi Jejak-jejakku, dan juga dulu ditertawakan!!! Beranilah bermimpi besar karena dengan mimpi (imajinasi) matahari yang besar dan panas itu dapat kita genggam dengan tangan kita !!! dan ingatlah mimpi itu adalah harapan maka bangkitlah selalu karena harapan itupun selalu ada!!! Dalam kerinduan ukhuwah (persaudaraan) J.
Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik adalah rangkaian masalah. Keluarga bermasalah?, sahabat bermasalah?. Tapi tidakkah kita ingin tahu apa kunci mencapai kesuksesan?, jawabannya adalah HHN (Hadapi!, Hayati!, dan NikmatiJ!). Allah memotivasi kita 2x agar kita selalu optimis. Pertama adalah kesulitan dan yang keduah adalah kemudahan.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu, ada kemudahan
(Q.S. Alam Nasyrah, Ayat 5-6)
Berhasil itu biasa tetapi bangkit itu lebih luar biasa. Sudahkan kita melakukan yang terbaik dalam hidup kita?, mudah-mudahan mulai saat ini, mulai detik ini kita akan terus mendapatkan Ridha dan Rahmat dari Allah SWT dan safaat Rasullullah SWT dan kita digolongkan dalam golongan-golongan yang tidak merugi.aaminn…
Sebuah harapan yang besar, saya bermimpi menjadi penerus pembuat jejak-jejak menakjubkan seperti mereka. Aminn
Saya Seorang Pemimpi
Karya : Risma Safitri
Maret 2013
Bismillahirrahmanirrahim….
Ya
Allah….
Jika
kau izinkan impian dan harapanku menjadi kenyataan
Maka
biarkanlah…
Biarkanlah
rasa itu berbunga-bunga di setiap aliran daraku dan disetiap denyut nadiku…
Namun
jika tidak ...
Gugurkanlah,
seperti daun dimusim gugur.
Ya
Allah
Terkadang….
Semangat
dalam hati ini begitu menbara
Dan
terkadang tak terasa hangatnya
Maka
Ya ALLah hamba mohon
Stabilkanlah….
Jika
Kau membuat tembok, bukankah aka nada pintunya???
Setidaknya
sebuah jendela…
Rilekskan
sendi-sendiku saat aku merasa kecewa
Untuk
mata pena yang selalu mencari keputihan kertas
Dan
bersiap-siaplah ….
Tinta
ini akan menggoreskan sejarah.
Akhirrul kalam, semoga kita sukses bersama-sama dan menjadi sarjana diwaktu dan tempat yang
sama, Uhibbukum Fillah Antum wa Abtumna.
JZK...
Wassalamu’alaikum Wr.Wb….